Atasi Masalah Lalulintas, Dishub Gelar Rakor

0612 - Rakor Perhubungan

Buleleng, korandetikbali.com – Guna mencari solusi permasalahan lalu lintas dan angkutan jalan di Buleleng, Dishub menggelar Rapat Koordinasi  bersama dengan stakeholder (pemangku) transportasi, Kamis, (5/12).

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Made Arya Sukerta, SH., MH. menegaskan bahwa rakor kali ini merupakan kegiatan lanjutan dari rapat-rapat sebelumnya dengan penajaman materi diskusi guna memperoleh solusi terhadap permasalahan terkait lalu lintas dan angkutan jalan di Kabupaten Buleleng. Thema yang diusung “Peningkatan Sinergi Aparat Penegak Hukum di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan”,.

Sukerta ingin menempatkan seluruh konten kegiatan antisipasi tersebut dalam sebuah wadah yang disebut Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Sehingga diharapkan seluruh stakeholder terkait mampu melakukan komunikasi dan koordinasi terkait dengan persoalan pembangunan infrastruktur jalan, sarana dan prasarana lalu lintas. Begitu juga pembinaan terhadap para pengguna jalan. Dirinya menambahkan bahwa rakor tersebut memiliki 5 buah pilar topik pembahasan yang akan dipaparkan untuk menemukan permasalahan serta pemecahannya. 5 (lima) topik tersebut diantaranya seperti manajemen keselamatan jalan (road safety management), jalan yang berkeselamatan (safer road), kendaraan yang berkeselamatan (safer vehicle), perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan (safer road user), dan penanganan korban pasca kejadian (post-crash response).

Sementara Asisten III Setda Kabupaten Buleleng, Ir. Gede Dharmaja, M.Si., yang mewakili Bupati Buleleng mengatakan rakor tersebut setidaknya konsep koordinasi dan komunikasi antar seluruh instansi yang tergabung dalam Forum LLAJ. Harapannya kedepan dapat memberikan peran sebagai pemrakarsa indentifikasi masalah lalu lintas dan angkutan jalan untuk segera meraih solusi dengan tujuan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kanmattibcar). “Saya yakin bahwa pelayanan prima yang selalu kita gaungkan kepada seluruh masyarakat Buleleng dapat terealisasi dengan baik tentunya dengan penyatuan persepsi dan mengimplementasikan format komunikasi, koordinasi, serta keterbukaan antar jajaran stakeholder LLAJ di Kabupaten Buleleng” papar Dharmaja. yud

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>