Kolam Pura Langgar Dihuni Lele Berkepala Merah

0310 - Kolam Berbentuk U mengitari Pura Dalem Jawa (Langgar) Penataran Agung Bunutin

Bangli, korandetikbali.com – Percaya atau tidak, keberadaan Pura Dalem Jawa (Langgar) desa Bunutin, Taman Bali, Bangli memang penuh dengan getaran spiritual. Pura yang merupakan bukti terjalinnya akulturasi kebudayaan Hindu – Islam sejak ratusan silam lantaran ada Langgar (Mushola) dalam pura itu menyimpan segudang misteri. Telaga (kolam) berbentuk U yang mengelingi areal Pura Langgar diyakini dihuni oleh jenis ikan yang sangat dikeramatkan termasuk ikan lele berkepala “raksasa” warna merah.

Ukurannya tak tanggung-tanggung, ada yang mencapai bobot puluhan kilogram dan panjang sampai satu setengah meter. Tidak seoarang pun warga yang berani mengambil atau memancing ikan tersebut. “Saya juga tidak tahu apa sebabnya, yang pasti itu keyakinan kami disini tidak ada yang berani memancing dan memakan ikan dari kolam ini,” ungkap Ida I Dewa Gede Wiadnyana bersama Kelian Pura Dalem Jawa (Langgar) Penataran Agung Bunutin Bali Ida I Dewa Gede Oka Nurjaya saat mendampingi berkeliling di areal taman kolam itu.  Diceritakan, pernah suatu ketika dari dalam telaga muncul ikan lele yang sangat besar. Yang aneh dari kemunculan ikan  lele yang diperkirakan sepanjang satu setengah meter itu adalah kepalanya yang berukuran ‘raksasa’ dan berwarna merah. “Kepalanya ikan lele itu sebesar bongkahan batang pohon kelapa dan berwana merah,” jelas Dewa Gede Wiadnyana. Tidak hanya itu, bukti kekeramatan kolam itu juga pernah terjadi. Disebutkan, saat warga mau menguras air telaga, tidak ada satu ikan pun yang berhasil ditangkap. “Padahal kalau kita lihat sekarang itu ikannya banyak sekali kan. Tapi, saat dikuras airnya oleh warga, keberadaan ikan-ikan ini tidak ada sama sekali,” jelas bapak tiga anak ini mengenang kejadian aneh yang dialami bersama warga beberapa tahun yang lalu.  Sejak saat itu lah, warga tidak ada yang  berani mengutak-atik keberadaan ikan-ikan tersebut. Umat juga tak ada yang berani coba-coba untuk makan ikan, karena takut terhadap resiko secara niskala yang akan menimpanya. Mereka sudah  mewarisi adanya pantangan makan ikan, memancing ikan dan larangan lainnya dari generasi ke generasi. Tampak dalam areal telaga itu, terdapat lima pelinggih (tempat suci) sebagai penjaga telaga di empat penjuru mata angin. Paling barat ada bale patok. “Bale patok yang ada disini diyakini oleh warga sebagai tempat untuk melakukan pemujaan memohon kesuksesan dalam berkarier,” ujar Oka Nurjaya menimpali. Sementara di bagian timur terdapat pelinggih berupa Pulo Kaleran dan Pulo Kelodan. Kata dia, Pula Kaleran ini dulunya dipergunakan sebagai tempat semedi. “Sementara Pulo Delodan itu, diyakini sebagai tempat memohon pengobatan untuk menyembuhkan segala jenis penyakit,” jelasnya sembari menunjuk ke arah selatan. Diceritakan, pernah ada orang Cina yang sakit – sakitan datang ke tempat itu. “Orang China itu mengaku mengetahui tempat ini dari mimpi dan melihat ada Pura didalam kolam. Mungkin dua kali dia kesini, dan penyakitnya sembuh setelah melakukan persembayangan dan diperciki tirta (air suci),” jelasnya. Lebih lanjut, dibagian arah utara terdapat Pulo Abian Kaler yang diyakini tempat itu sebagai tempat untuk memohon keselamatan ternak. Sementara di ditengah-tengah ada Pulo Tengah. Yang pasti, keberadaan pelinggih-pelinggih yang berada di dalam kolam  itu selain menambah keindahan panorama alam disekitarnya juga seakan memancarkan daya magis untuk mengundang tamu berkunjung ke tempat tersebut. rid

  

 


4 Responses to Kolam Pura Langgar Dihuni Lele Berkepala Merah

  1. ayu gemuh says:

    baik ada detik bali.jadi tanpa langganan koran kita jadi tahu berita terkini….trimakasih detik bali

  2. yanta says:

    pura + langgar ,bagus ya?

  3. yanta says:

    betul Yu!

  4. Nyoman Sudharsana says:

    OM Suasti Astu
    Bapak/Ibu bisa tahu kapan ada jadwal untuk penataran pemangku, dan mohon info untuk asuransi pemangku
    suksma

    OM Shantih, Shantih, Shantih, OM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>