PDIP Ungkapkan 6 Kejanggalan Pilgub Bali

1905 - Tim PDI Perjuangan beri keterangan pers

Denpasar, korandetikbali.com – PDI Perjuangan melansir enam pelanggaran terkait Pilgub Bali 2013. Hal itu berdasarkan data dan fakta yang dikumpulkan tim yang diterjunkan ke sembilan Kabupaten/Kota se-Bali. Dikatakan, pelanggaran tersebut terjadi baik sebelum, pada saat maupun setelah pelaksanaan pemungutan suara.

“Kami sudah membentuk 9 tim dan sudah diterjunkan ke 9 kabupaten dan kota untuk menelusuri berbagai pelanggaran yang terjadi menjelang, saat dan pasca-penghitungan suara dalam Pilgub Bali 2013,” papar Ketua Divisi Hukum dan Advokasi DPP PDIP Arteria Dahlan, di Denpasar, Sabtu (18/5).

Adapun enam pelanggaran massif itu yakni pertama; adanya intimidasi yang berlebihan dari aparat kepolisian. Pengerahan aparat secara berlebihan, dinilai sangat mengganggu psikologi pemilih dan berakibat pada ketakutan pemilih menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara.

“Ada beberapa daerah yang tingkat partisipasi pemilihnya sangat rendah, termasuk di Buleleng yang dikenal sebagai basis suara PDIP. Anjloknya suara PAS di Buleleng juga akibat banyaknya pemilih yang tidak ikut memilih karena berada di bawah intimidasi,” tutur Arteria.

Pengerahan aparat kepolisian yang di luar kebiasaan ini juga disebutnya sebagai gaya orde baru jilid 2. “Ada gaya orde baru jilid 2 di Bali. Mereka berdalih bahwa pengerahan aparat ini dalam rangka menjaga kondusifitas Bali yang dalam tahun ini menjadi tuan rumah beberapa even internasional. Tetapi di sisi lain, pengerahan massa ini justru memberikan tekanan psikologi tersendiri bagi pemilih,” ujarnya.

Kedua; ada mobilisasi massa saat pemungutan suara dilakukan. Mobilisasi dimaksudkan agar pemilih mudah diarahkan untuk memilih kandidat tertentu. Ketiga; ada rapat umum yang digelar pejabat daerah dengan tujuan agar masyarakat memilih kandidat tertentu. “Kami punya 7 bupati/ walikota di Bali. Tetapi kami tidak melakukan cara-cara seperti itu, walau sangat memungkinkan bagi kami untuk melakukannya,” kata Arteria.

Keempat; praktik kampanye hitam yang dilakukan untuk menyerang paket PAS. “Misalnya ada surat yang diberikan ke kepala desa. Isinya soal penjelasan bahwa jika PAS menang maka akan merubah struktur masyarakat Hindu Bali digantikan dengan Islam. Ini cara-cara yang tidak bermartabat,” tutur Arteria.

Kelima; adanya pembagian sembako dan beras yang dilakukan secara masif dan terjadi di hampir seluruh daerah. Keenam; ada upaya untuk merubah hasil Pilgub Bali terutama di Karangasem dan Klungkung. “Ada suara yang berubah dari hasil penghitungan awal kami sesuai form C1. Ini akan kami telusuri lebih lanjut, ke mana suara tersebut. Apakah hilang di laut?” tandasnya.

Arteria menyebut, keenam pelanggaran ini dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif. “Semua bukti dari seluruh pelanggaran ini sudah kami pegang. Pada waktunya akan kami buka, sehingga semuanya menjadi jelas,” pungkas Arteria. sir

 


38 Responses to PDIP Ungkapkan 6 Kejanggalan Pilgub Bali

  1. jro gede says:

    beh,….mulai cari2 alasan ,sing percaya gung de??!!!!

  2. siwidi says:

    ada maling teriak maling

  3. I Ketut Mertaya says:

    Terlalu mengada ada, kami sebagai masyarakat Buleleng Menolak pernyataan ini, justru berbalik 100% yang mengerahkan Kepala Desa Justru pak Bupati Buleleng, di Masa Tenang keliling ke Desa Desa, tgl 10 beliau berkunjung ke BUBUnan, kemudiam Ring dikit dll, untuk Golput di Buleleng bukan karena Sengaja Tetapi mereka Terdeaftar Di Buleleng tetapi Bekerja di Denpasar, di Kapal Pesiar , malah ada juga kuliah di Luar Bali,Masalah Keamanan perlu di ingat Bali saat ini sudah mendekati standar Internasional Perbandingan Polisi dan Penduduk yaitu 1: 250 jika ini semua dikerahkan dalam pengamanan PILGUB maka 1 TPS akan di jaga 1 orang Polisi, ditambah beberapa BKO dari Jawa Timur, Mereka Sangat Netral tidak pernah menekan siapapun,masyarakat sangat Koeratif, malah ada yang membantu Konsumsi, kami sebagai masyarakat merasa nyaman dengan kehadiran mereka di TPS, walaupun tidak selalu ada, Opini ini sangat menyesatkan Masyarakat Bali, Wahai Orang Jakarta jangan anda buat Bali seperti 1999 terjadi kerusuhan dan penjarahan karena Opini anda, Kami Orang Buleleng tidak lagi percaya dengn anda yang datang hanya sehari tetapi sok paling tahu dengan Buleleng, Terima kasih.

    • kurniawan says:

      sewajarnya pemerintah mengerahkan anggota kepolisian untuk pengamanan, dan itu tugas mereka,jangan di bikin alasan , maju terus polri dan jaga rakyat bali seutuhnya

  4. wijaya kusuma says:

    Nah, …….saudaraku semua org bali, tolong jaga kondisi keamanan kita, kalah atau menang dr salah satu kanditat kita semua org bali, mari santun tetap tunggu pengumuman resmi dr kpu tgl 27 mei, dan kepada bapak aparat yg terkait tolong tindak lanjuti berbagai laporan delik aduan dr beberapa org yg sudah mengatas namakan dirinya tanggkaplah org org itu seandainya terjadi anarkis, dan tolong tambah banyak personil keamanan tuk pengamanan krn hasil ini siapapun yg kalah atau menang pasti akan rusuh krn dari berbagai komen yg ada swmua nggak pakai rasio otak tapi militan ngawur, amankan semua yg anarkis jaga bali tetep aman, peace forever,…..

  5. Swecan Widi says:

    Kertas suara yang ada logo partai kok ga di bahas????. Masyarakat buleleng sudah cerdas. Memilih bukan karena apa partainya tetapi murni dari hati nurani.

  6. bayu says:

    Ketiga; ada rapat umum yang digelar pejabat daerah dengan tujuan agar masyarakat memilih kandidat tertentu. “Kami punya 7 bupati/ walikota di Bali. Tetapi kami tidak melakukan cara-cara seperti itu, walau sangat memungkinkan bagi kami untuk melakukannya,” kata Arteria.

    waktune ade je bupati ane ke desa saya menyampaikan agar memilih kandidat PY.,.,PY ne mencalonkan, adi bupati ne repot

    • nyoman Jaya says:

      bupati tabanane engkn men to…..
      ah politik….sing maan ngalih jelek2ne…be menang engkebine jelek2ne…

  7. dongkang says:

    Beh….Propokator……….

  8. nyoman Jaya says:

    ckckckckckc…..pemilihan gubernur bali bukan memilih partai tapi memilih seorang pemimpin..baru banyak memiliki anggota partai harus memilih orang dri partai trsebut…SALAH BESAR….POLITIK TAIN BELEK namanya tu…orang dibali sudah cerdas…hanya orang yg bodoh yg mau menjadi budak partai seperti itu…pemimpinnya saja sudah ga berkualitas..hanya bisa koar-koar…INGAT SEKALI LAGI PILGUB INI BUKAN PEMILIHAN PARTAI…Jadi partai ga usah ikut campur masalah2 seperti ini….inilah yg bkin masyarakat menjadi tidak nyaman dan sejahtera karena POLITIK TAIN BELEK ini…lihat diri dulu…Ga berkualitas banget….

    SEBAGAI CAGUB-CAWAGUB harus berani menerima kemenangan dan kekalahan…

  9. ade says:

    Kok malah menunjuk dirinya sendiri pdhal fakta dilapangan justru pihak anda lah yg berbuat kecurangan, Mencoblos 100 suara,8 kartu yg memilih pastikerta malah dilobangi dgn kuku hingga sauranya mnjadi tdk sah di tabanan,beberapa bupati mau mengeluarkan bansos pd saat hari tenang sampai2 dicegah sm bawaslu,dan……
    Maling teriak maling dan jgn suguhi masyarakat bali cara anda yg mungkin didaerah lain bisa anda lakukan ttp kami masyarakat bali sgh pintar,cerdas dan tdk akan terprovokasi dgn cara2 kampungan….!

  10. legig says:

    ARTERIA PROVOKASI,,,,, BULELENG SUDAH CERDAS MEMILIH PEMIMPIN DI BALI, JANGAN LAGI KAU RUSAK BALIKU DENGAN MENCARI-CARI KEJANGGALAN PILGUB YANG TIDAK MASUK AKAL,,,,,

  11. wayan says:

    Ketiga; ada rapat umum yang digelar pejabat daerah dengan tujuan agar masyarakat memilih kandidat tertentu. “Kami punya 7 bupati/ walikota di Bali. Tetapi kami tidak melakukan cara-cara seperti itu, walau sangat memungkinkan bagi kami untuk melakukannya,” kata Arteria.

    Apa tidak terbalik ? Di daerah Jembrana, yg bupati dan Wakilnya dari PDIP, sebelum tgl 15 mei 2013, melakukan Kunjungan kerja, dgn agenda memenangkan paket PAS. Mereka menjanjikan berbagai macam kepada masyarkat sambil menggunakan pasilitas Daerah, yaitu mobil dinas dan baju dinas lengkap. Di desa saya bahkan Kepala Desa dan Bendesa Adat ditarget di atas 75 persen untuk kemenangan PAS. Kalau bisa mencapai target, desa saya akan di beri bantuan seperangkat Gong dan Mobil bak untuk angkut jenasah ke setra. Apa ini tidak Gila namanya. Belum lagi aparat desa menggunakan berbagai macam cara untuk memenangkan paket PAS. Dari kadus, Kepala Desa dan Bendesa Adat. Kalau sampai Pas kalah katanya bantuan tidak akan dapat sampai batas waktu yg tidak di tentukan. Di desa saya Pas menang dgn prosentase 65,8 persen.

  12. antisistemortodox says:

    logo di kartu sepertinya lebih masif tuh…sama oknum 1 orang mencoblos seratus kertas suara…wee.. berpikir logis dong, transparan, dan sesuai fakta..sampai kapanpun buldoser selalu diatas sampi hahaha

  13. diah says:

    hahahah lucu….!!!! ini maling teriak maling…

  14. Ngoerah Gde says:

    Piss Bro ! damai dan damailah semetonku !

    http://www.hotelpuriayu.com

  15. Man Feall says:

    kami tak pernah mrasa diintimidasi oleh aparat, malah kami merasa tenang dalam memilih,dalam pilgub kali ini kami tidak melihat partainya untuk memilih tapi figur yang sudah merakyat dan dipercaya oleh rakyat dan terbukti dengan program2nya klo memang kalah ya kalah, klo menang ya menang legowo gitu jangan cari-cari alasan dan kesalahan yang tidak pernah mereka perbuat

  16. Sad = 6, Ripu = musuh…. semoga apa yang diungkapkan ini tidaklah 6 musuh yang ada pada diri manusia. Artinya bukan dipihak lawan namun dipihak kawan he he he. Kalau tidak berlapis pengamanannya justru kecurangan yang akan terjadi karena saat itu saya keliling di desa dan indikasi arah itu ada. Syukur saya bersama relawan dan keamanan ikut serta.

  17. kokokan says:

    Ne mare saking demun ngadukang timpal…dikiranya orang bali khususnya orang buleleng bodoh sekali apa…semua sudah tau siapa yg curang coba ingat sebelum pemilihan siap yg ngadakan kunker bagi2 sapi sama kendaraan…sampai2 ada PNS yg takut dikiranya desanya si PNS ini sj yg kalah suaranya PAS, setewlah dia tau d banya desa kalah is PNS baru bisa tersenyum lega penuh keyakinaan…sambil berujar dhatinya…nak buleleng kemule duweg sing dadi pakse jak tombok…!!!

  18. intelbali says:

    indikasi gejolak tanggal 27,
    SAMPI GILA Bali, Stress Dan Saling MEnyalahkan Antara Sampi,
    Untuk Aparat Keamanan Mohon Dikawal..
    Dan Untuk Masyrakat Banjar Tolong Ditegul Sampine… De Baange Ngerusuh..

  19. kiang kilo says:

    Di buleleng, menjelang pemilihan, keliannya dibagi motor vario,

  20. PM says:

    Hay kau orang Jakarta cepat kau pulang ke daerahmu . Jangan DJ provokator di bali

  21. Putu says:

    Masyarakat Bali tetap bersatu, apapun hasilnya sepanjang sesuai dengan aturan kita hormati dan dukung, kalau dalam proses pilgub Bali ada kecurangan, bagi yang keberatan silahkan gunakan jalur hukum, NKRI negara yg menjunjung hukum jadi tetap kepala dingin hati jernih, jaga Bali tetap harmoni aman dan damai……

  22. I Made Rincim Astawa says:

    ini orang ngomongnya makin ngaco saja. siapa yang mengintimidasi ?. apa nggak kebalik, cuma karena masyarakat sudah cerdas, bisa mengambil sikap sendiri.

  23. indra says:

    Untuk semua yg komen tolong sampaikan aspirasinya k pihak yg berwenang. Agar kebenaran d tegakkan, jgn biarkan org yg mnybarkan kbohongan ngendah di gumi e. Sikat, berantas, tuntas.

  24. Arkitanata says:

    Hasto ini selalu mengeluarkan statement2 Provokatif, mari kita masyarakat Bali berhati2 agar tidak terpancing dan terpengaruh dengan opini yang sengaja dibangkitkan untuk mengadu domba, membuat panas suasana yang sebenarnya sejuk…!

  25. Ongol-ongol says:

    Tyang perhatikan sejak keluarnya rekomendasi Cagub untuk PDIP, Pengurus DPD PDIP sepertinya sudah tidak mendapat kepercayaan lagi dari induk Partainya. urusan pemilihan Gubernur jadi urusan Pengurus Pusat, Kader Partai di Daerah sepertinya hanya sebagai penonton. Statement yang disampaikan selama ini juga lebih banyak bernada provokatif dan tidak relevan. tampak jelas bahwa mereka hanya mencari-cari kesalahan tanpa didukung dengan data yang akurat.

    Tuduhan tentang adanya intimidasi dari aparat yang mengakibatkan pemilih banyak yang tidak menggunakan hak suara, jika itu benar harusnya disampaikan dengan rinci dan jelas intimidasi yang dilakukan dalam bentuk apa?, dimana lokasinya?, waktunya? siapa saksi, apa buktinya?. hal yang aneh lagi ada pendukung pasangan calon 1 yang bisa dengan santai mencoblos 100 surat suara tanpa sedikitpun merasa terintimidasi.

    Masalah tuduhan kampanye hitam sudah tidak relevan lagi dibicarakan saat ini, apabila ada pelanggaran masalah kampanye hendaknya itu disampaikan kepada Panwaslu pada saat masa kampanye, bukannya disampaikan setelah H+3, jadi kesannya mencari-cari kesalahan setelah mengetahui hasil riil perolehan suara.

    Masalah tuduhan adanya upaya merubah perolehan suara dengan merubah form C1 juga merupakan tuduhan yang tidak beralasan. Form C1 yang memuat perolehan suara dibuat rangkap 7 dengan peruntukan: 1 rkp untuk PPS, 1 rkp untuk KPU, 1 rkp untuk Panwas, 1 rkp ditempel di TPS, 1 rkp dtempel di PPS dan 2 rkp untuk masing-masing saksi. di era keterbukaan seperti sekarang ini agak mustahil untuk bisa merubah formulir tsb tanpa diketahui pihak-pihak tersebut di atas. dan kalaupun ada perbedaan data harusnya hal tersebut dikonfirmasi dalam Rapat Pleno di tingkat PPS dan PPK (itu juga kalau saksinya tidak olog-olog pong)

    Jadi kesimpulan saya pernyataan dari Arteria Dahlan di atas sangat Provokatif. Sing Nyandang gugu

  26. Sampi kurus says:

    Utk Hasto, tolong jangan banyak omong yang buat semeton Bali uyut..sudahi usaha cari-cari pembenaran semata yang coba anda lakukan…marilah secara jantan akui jika memang calon anda belum beruntung..kalau hanya mencari2 satu atau dua, calon lainya bahkan bisa dapat bukti berkali-kali dari anda atas kejanggalan dilapangan…jadi mari bersama-sama jaga ketertiban Bali…kalau kamu masih ingin tinggal lama di Bali…

  27. jero poglot says:

    to logo di kertas suara ne ape sing pelanggaran….. jani merasa kalah konyangan orang pelih nindihin Mangku pastika…….

  28. Nyoman says:

    Bah, Bagaiaman dengan tekanan yang dilakukan Bupati Bangli kepada Kepala SKPD dan Kepala Desa. Kepala SKPD diajak simakrama PAS dan memaksa kepala desa untuk memilih PAS, bagaiaman dengan cek mundur, bagaimana dengan bansos yang dibagikan sehari sebelum pencoblosan seperti di Buleleng, Tabanan dan Jembrana, bagaimana dengan pemanggilan semua aparat pemerintah di Klungkung oleh Bupati dengan mengarahkan untuk memilih PAS, dll……………………………………

  29. nyoman widnyana says:

    Kalau anda termasuk orang Cerdas dan cukup bukti2, silahkan anda tempuh jalur hukum, jgn menyebar isu provokasi yg blm jelas kebenarannya.

  30. edwin says:

    aparat diterjunkan untuk mengamankan.
    bukan untuk mengintimidasi. jadi wajarlah kalau di beberapa daerah yang dianggap rawan konflik diterjunkan lebih banyak aparat.
    karena jika sudah terjadi konflik apa ada yang mau tanggung jawab?

  31. suka says:

    ha…ha….ha…..itu ada team sukses yg keceplosan ngomong : curang saja kita kalah, apalagi kalau tdk curang…..

  32. wwira says:

    Seharusnya bapak yang memberikan komentar negative seperti ini ngaca dulu . Yang sering buat kerusuhan dan intimidasi itu team dari bapak.
    Kami merasa aman aman saja saat aparat mengamankan pemilu ini.
    mestinya bapak harus menunjukkan sikap gentle untuk siap kalah , supaya masyarakat ga resah atas komentar bapak yg negative ini . Kami sekarang sudah cukup mengerti mana kata kata bualan , mana kata kata baik , dan bapak cuma memprovokasi , tapi kami tidak sebodoh yang bapak kira.
    Kami ga bisa dibayar untuk milih orang , apalagi orang yang pantas dan patut untuk menjadi pemimpin kami.Bagaimanapun cara bapak menjelek jelekan pak mangku , beliau tetap pilihan hati rakyat Bali !

  33. juni says:

    masak bgtunya sih….
    1. tanpa polisi pun kami sdh dintimidasi duluan dengan ancaman malahn…siapa yg lebh anarkis sih ?? memprovokasi generasi muda dengan membelikan arak dan ajak berpesta guna menggait simpati untuk memilih apakah cara yg beradab jg ??? coba deh kita mulat sarire..introveksi diri…kami ingin bukti bukan janji.kami ingin kebebasan bukan tekanan…kamo memang hak kami turunkan jangan di hadang2i..kalo mau milih jalan diaspal, bansos turun dan etc…kalo ndak milih kelablikannya …coba kita berkaca aja gmn ??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>