10 Juni, MK Sidangkan Sengketa Pilgub Bali

Arteria Dahlan

Denpasar, korandetikbali.com – Sidang sengketa Pemilukada Bali akan mulai digelar Senin (10/6) mendatang di Mahkamah Konstitusi, Jakarta. Kepastian ini setelah MK menerima gugatan pasangan AA. Ngurah Pspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) dengan register nomor perkara : 62/PHPU.D-XI/2013. Dengan pokok perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Bali Tahun 2013.

Anggota Tim Advokasi pasangan PAS, Arteria Dahlan mengatakan, terdapat tiga materi pokok gugatan yang diajukan ke MK yakni, Pertama; Menuntut agar dilakukan pemungutan suara ulang di 22 TPS (tempat pemungutan suara). 22 TPS dimaksud, masing-masing 20 TPS di Karangasem, 1 TPS di Buleleng dan 1 TPS di Badung. ”Untuk 22 TPS ini kita ajukan agar dilakukan pemungutan suara ulang. Ini karena ada dugaan telah terjadi pelanggaran secara terstruktur dan sistematis pada saat pencoblosan tanggal 15 Mei lalu,” sebut Arteria sembari meyatakan dari jumlah TPS tersebut, 19 TPS di antaranya sudah diperiksa oleh Panwaslu.

Pelanggaran tersebut, di antaranya terkait pemilih yang menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali. Artinya, telah terjadi mekanisme perwakilan dalam proses pemungutan suara pada Pilgub Bali. ”Bahkan di 20 TPS di Karangasem, ada pemilih yang memilih lebih dari 10 kali dan hal tersebut tanpa pencegahan dari pihak penyelenggara di TPS. Ini benar-benar terstruktur dan sistematis,” ujar Arteria.

Bahkan Arteria menyebut, ini merupakan bentuk kejahatan yang luar biasa yang dilakukan dalam proses pemungutan suara 15 Mei lalu. ”Kenapa? Sebab ketika hal ini dilaporkan ke Panwaslu, lembaga pengawas itu justru menyebutkan bahwa tidak ada pelanggaran dalam konteks itu. Celakanya, Panwaslu Karangasem bahkan tidak menemukan satu pun pelanggaran terkait Pilgub Bali di daerah itu. Ini patut dipertanyakan,” bebernya.

Materi gugatan kedua, lanjut Arteria, terkait sengketa hasil rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU Bali. ”Ini juga masuk materi gugatan, karena hasil rekap KPU Bali dan kami justru berbeda. Padahal kami sama-sama memiliki form model C1 yang dipegang oleh para saksi PAS,” jelas Arteria.

Dan Ketiga, PAS juga menuntut keadilan di MK terkait pelanggaran secara terstruktur dan sistematis di empat kabupaten di Bali menjelang dan saat pemungutan suara Pilgub Bali. Keempat kabupaten dimaksud, masing-masing Badung, Karangasem, Buleleng, Klungkung.

Dengan materi gugatan ini, Arteria optimis akan memenangkan gugatan di MK, yang persidangannya akan mulai bergulir 10 Juni mendatang. Bahkan khusus untuk sidang perdana dengan agenda pembacaan permohonan, pihak PAS akan menghadirkan 44 saksi dari 22 TPS yang dituntut agar dilakukan pemungutan suara ulang. ”Selain saksi, data dan dokumen yang sah menurut hukum juga sudah kami siapkan. Nanti kita akan lihat, kami akan menang atau justru MK mau menetapkan gubernur dan wakil gubernur yang sudah dipilih secara cacat,” tandasnya. sir

 


2 Responses to 10 Juni, MK Sidangkan Sengketa Pilgub Bali

  1. Semoga jalan terbaik untuk Bali… Juga kebenaran sejati menang agar Bali lebih baik dan lebih maju menuju Bali yang Mandara !

  2. Dek Ta says:

    Saksi gemana tuh….dilaporkan tidak, tanda tangan tidak? ada keberatan tidak????klo hanya diduga buktiin dulu agar tidak buang – baung waktu dan bikin resah Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>